Minggu, 07 Desember 2008

CETS & CMIS

Dalam mewujudkan motto TNCC yaitu Collecting, Analyzing and Sharing Information dan guna terlaksanya tugas pokok TNCC, ada dua aplikasi yang d pakek yaitu CMIS dan CETS 'n apakah itu?????

Kedua aplikasi tersebut berfungsi untuk :
1. Alat penyimpanan data terpusat/ alat pembangunan database (database building)
2. Alat Analisa Data Kejahatan Lintas Negara (Transnational Crime)

A. CMIS

CMIS adalah singkatan dari Case Management and Intelligence System, sistem manejemen kasus dan laporan intelejen dalam satu wadah yang terintegrasi yang dimaksud satu wadah yang terintegrasi adalah kita sebagai user dari aplikasi ini kita bisa meyimpan data kasus mulai dari laporan polisi sampai lapju (progress report dari suatu investigasi) beserta laporan intelejen yang terkait dengan kasus yang kita tangani (apabila ada)
semua entiti (tsk, saksi, barang bukti, no tlp, alamat tsk,korban, saksi, dan tkp, alamt e-mail, no SIM card, IMEI, URL, Jenis bom, transaksi, hukum yang dilanggar, organisasi dan banyak lagi) yang ada dalam laporan polisi, resume kasus, BAP, Lapju dan Laporan Intelejen bisa di hubungkan sehingga membentuk suatu diagram yang bisa memudahkan analis menganalisa suatu kasus...

CMIS bisa di pakai dari standalone, satuan kerja kecil sampai satuan kerja yang besar.
Di wilayah hukum Polri sudah di implementasikan sampai tingkat Polda dan satu Polwil (Polwil Surakarta), karena sudah terkoneksinya sampe tingkat Polda tersebut maka seyogyanya semua user bisa saling bertukar informasi, semua data yang di input kedalam aplikasi ini langsung disimpen di database servernya CMIS yang ada di TNCC dan apabila user membutuhkan data itu lagi bisa langsung dibuka menggunakan search engine-nya CMIS

CMIS dipakai untuk me-manage 8 jenis kejahatan Lintas Negara yaitu:

  1. Terrorisme
  2. People Smuggling
  3. Narcotics
  4. Sea Piracy
  5. Arm Smuggling
  6. Cyber Crime
  7. Money Laudering
  8. International Economic Crime

aplikasi ini didonasikan oleh AFP

B. CETS

CETS adalah singkatan dari Child Exploitation Tracking System ato bahasa indonesianya sistem pelacakan eksploitasi anak

Aplikasi ini adalah berbentuk webbased dan didonasikan oleh Microsoft
Indonesia adalah negara kedua setelah kanada yang mengimplementasikan aplikasi ini.

Dengan aplikasi ini semua penyidik bisa berkolaborasi, bertukar informasi dan mencari ato melacak pelaku eksploitasi anak didatabase CETS maupun link ke search engine google.com, msn.com dan yahoo.com tentunya dengan security system yang sudah diset sedemikian rupa.

Beda dengan CMIS, CETS dipakai untuk mentrack pelaku eksploitasi anak di Internet tapi tidak menutup kemungkinan CETS juga bisa dipakai untuk menyimpan kasus - kasus eksploitasi anak yang konvensional (non on-online)

untuk sementara CETS baru diimplementasikan ke 8 Polda di wilayah hukum Polri yaitu Polda Sumut, Polda Kepri, Polda PMJ, Polda Jabar, Polda DIY, Polda Jatim, Polda Bali dan Polda NTB.

Kedua aplikasi tersebut lebih dari sekedar database biasa yaitu bisa men-link-kan satu kasus dengan kasus laen dan dari satu entity dengan entity laennya.

interkoneksi kedua aplikasi tersebut antara TNCC Mabes Polri Ke Polda menggunakan VPN (Virtual Private Network)

Apaan sich TNCC?

TNCC adalah singkatan dari Transnational Crime Coordination Center bahasa indonesia-nya mungkin kalo qt artikan secara lexical adalah pusat koordinasi kejahatan lintas negara apaan sich maksudnya aq sendiri kaga ngerti binatang apaan tuh TNCC tapi menurut paparan - paparan para ahli yang ada di TNCC sy mendapat kesimpulan bahwa TNCC suatu bidang kerja baru (alah baru masa dari tahun 2004 baru terus) yang ada di Organ Polri tepatnya secara struktural berada dibawah Biro Analisis Bareskrim Polri yang berfungsi sebagai pusat pengumpulan data kejahatan lintas negara untuk kepentingan penganalisaan jenis kejahatan tersebut yang kemudian hasil analisa tersebut didistribusikan level penyidik di lapangan sbgai referensi pengungkapan kasus maupun untuk pimpinan sbg bhan pembuatan kebijakan (mudah-mudah ngga bullshit alias tai kebo) he he he......
TNCC ini dibangun atas kerja sama antara Polri dan AFP (Australian Federal Police) setiap 6 bulan se-x kedua lembaga kepolisian dari kedua negara ini mengadakan meeting yang di sebut dengan SC Meeting TNCC, meeting ini berfungsi mengevaluasi giat-giat 6 bulan kebelakang dan membahas giat-giat yang perlu dilakukan dalam 6 bulan ke depan...
TNCC mempunyai motto Collecting, Analyzing and Sharing Information, yang paling susah dalam menjalankan motto ini adalah collecting soalnya dalam proses ini diperluakan koordinasi, kolaborasi dan kerjasama yang baik dengan yng punya data yaitu penyidik baik yang berada di polda maupun di mabes polri....

itu aja dulu mengenai tncc ntar aq tambah ok....!!